Jumat, 20 Februari 2009

Teknologi Tinggi Bukan Monopoli Negara Maju

DEPOK--MI: Ketua Laboratorium Computational Intelligence Divisi Robotic Research Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) Dr Wisnu Jatmiko, M Eng mengatakan daya serap terhadap teknologi tinggi tidak hanya menjadi monopoli negara-negara maju.

"Indonesia juga mampu menyerap teknologi tinggi," katanya di sela acara kompetisi Robot Lego Mindstorm NXT di Balairung UI, Depok, Sabtu (7/2).

Dalam perjalanannya, dia berkata, Laboratotium Computational Intelligence Divisi Robotic Research telah menghasilkan 24 jurnal ilmiah internasional, 20 jurnal ilmiah nasional, serta berpartisipasi dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional.

Menurut dia, laboratorium tersebut sedang mempersiapkan empat buku acuan mengenai dunia robot, di mana dua di antaranya akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.

"Ini menunjukkan bahwa daya serap terhadap teknologi tinggi tidak hanya menjadi monopoli negara-negara maju," katanya.
Dalam rangka peringatan Dies Natalis Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) menggelar kegiatan Computer Festival 2009, dan salah satu agenda kegiatannya adalah kompetisi Robot Lego Mindstorm NXT.

Kompetisi bertaraf nasional ini memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum agar dapat menikmati keunggulan teknologi melalui robot LEGO Mindstrom NXT.

NXT merupakan penyempurnaan dari robot lego seri RIS (Robotic Invention System) yang telah sukses di pasaran. Seri NXT merupakan seri robot yang lebih ramah dan relatif mudah untuk digunakan tanpa harus merekayasa sirkuit maupun memasang motor sendiri seperti generasi pendahulunya.

Wisnu mengatakan penyelenggaraan yang diprakarsai Laboratorium Computational Intelligence Divisi Robotic Research, Fasilkom UI ini bertujuan agar terdifusinya teknologi robot ke kalangan masyarakat yang lebih luas, serta memberikan kesempatan bagi peserta untuk melatih logika sekaligus menyelesaikan masalah.

Kompetisi ini menampilkan 12 tim yang terdiri dari 3 orang, dari 400 pendaftar untuk dapat menyelesaikan soal yang diberikan dengan menggunakan robot. "Tugas-tugas yang harus diselesaikan masing - masing tim peserta di antaranya pencapaian posisi target yang memiliki nilai," katanya.

Ia mengatakan Universitas Indonesia menyadari akan arti pentingnya pengembangan teknologi berbasis robot. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi penyelenggaraan kompetisi (UI yang mempelopori Kontes Robot Cerdas Indonesia) dan serangkaian program pengembangan aplikasi robot.

Robot saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh industri-industri di dunia dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektifitas berbagai aktifitas kerja manusia.

Berbagai manfaat seperti mengurangi faktor "uman error" dan produksi berbagai produk massal, adalah sebagian kecil dari pemanfaatan robot saat ini. (Ant/OL-01)

sumber:MediA Indonesia

Tidak ada komentar: